Siap menyelenggarakan
Sertifikasi Kecakapan Operator Radio (SKOR)
Sertifikat dari Kemenkominfo
Home / Human Resources / HR Metrics and Analytics / Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)

Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)

09 - 11 Oktober 2018, The 1O1 Hotel, Yogyakarta
25 - 27 September 2018, The 1O1 Hotel, Yogyakarta

DESKRIPSI

Salah satu informasi strategis yang dibutuhkan untuk memampukan eksekusi strategi perusahaan adalah tersedianya informasi beban kerja pada tingkat pemegang jabatan atau unit kerja. Beban kerja yang dimaksudkan adalah informasi tentang rata-rata penggunaan waktu kerja para pemangku jabatan atau unit kerja untuk menyelesaikan tugas-tugas kedinasan agar memenuhi target kinerjanya. Beban kerja tersebut merupakan hasil dari rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh pemangku jabatan atau kumpulan pekerja pada suatu unit kerja untuk menyelesaikan misi tugas kedinasannya.

Permasalahannya, informasi beban kerja yang dimiliki oleh perusahaan kerap dihasilkan dari kalkulasi beban kerja yang hanya memperhitungkan beban kerja fisik (misal mengangkut benda, merakit, mengetik) dari pemangku jabatan. Informasi beban kerja tersebut umumnya belum memperhitungkan beban mental/kognitif (seperti menganalisis dan mensintesa), beban yang ditimbulkan karena faktor kejar tayang (deadline), tingkat ketegangan (stress) dalam menyelesaikan tugas kedinasan, tingkat kepuasan pemangku jabatan. Padahal, praktek menunjukkan bahwa banyak proses bisnis perusahaan diselesaikan dengan mengandalkan para pekerja yang mengemban jabatan-jabatan yang menuntut kerja mental yang bervariasi, desakan kejar tayang, tingkat stress yang tinggi, dan berbagai tingkat kepuasan kerja.

Selain itu, informasi beban kerja yang diukur kerap belum didukung oleh pedoman baku perusahaan bagaimana seharusnya menghitung nilai beban kerja jabatan dengan memerhatikan faktor-faktor kunci penyelesaian tugas kedinasan. Padahal, tanpa informasi beban kerja yang cukup akurat sulit bagi perusahaan mengelola serangkaian prioritas pengalokasian sumber dayanya pada berbagai proses bisnisnya agar mampu memenuhi target-target kinerjanya. Perusahaan juga dinilai tidak mempunyai dasar yang akurat dan disepakati bersama tentang kebutuhan pekerja yang perlu dialokasikan secara wajar pada suatu jabatan atau unit kerja. Implikasi lebih jauhnya dapat diduga bahwa upaya Manpower Planning (MPP) perusahaan dapat menghasilkan estimasi bias pada perencanaan kebutuhan pekerja dari  tingkat kebutuhan pekerja yang seharusnya di tahun-tahun mendatang bila upaya MPP tersebut belum mempertimbangkan informasi beban kerja jabatan atau unit kerja. Bahkan penelitian dan praktek MPP juga menunjukkan bahwa MPP yang disusun oleh perusahaan kerap belum mempertimbangkan keselarasan antara strategi perusahaan dengan informasi estimasi beban kerja di tahun-tahun mendatang. 

TUJUAN

  1. Memahami secara lebih baik konsep dan prinsip sahih/valid analisis beban kerja (ABK)
  2. Memahami secara lebih baik konsep dan prinsip man power planning berbasis ABK
  3. Mampu mendiagnose penyebab tinggi atau rendahnya beban kerja pekerja atau unit kerja dalam menyelesaikan tugas kedinasan
  4. Mampu memperkirakan beban kerja pekerja di suatu jabatan atau unit kerja di masa kini dan di tahun-tahun mendatang yang sejalan dengan strategi perusahaan
  5. Mampu menentukan kebutuhan pekerja berbasis ABK di tahun kini dan mendatang untuk MPP pada suatu jabatan atau unit kerja dengan mempertimbangkan strategi perusahaan dan estimasi pekerja yang akan pensiun

MANFAAT

  • Mendapatkan metode menghitung volume pekerjaan atau beban kerja suatu perusahaan/organisasi.
  • Berdasar perhitungan volume pekerjaan, maka bisa menentukan jumlah SDM yang dibutuhkan perusahaan/organisasi beserta spesifikasi pemegang pekerjaan.
  • Dengan adanya gambaran mengenai jumlah SDM yang harus dialokasikan, maka akan sangat membantu  untuk membuat perencanaan jangka panjang (strategi) di bidang SDM dalam hal : seleksi, rekrutmen, penempatan, jalur karir dan promosi.
  • Implikasi dari hasil analisis beban kerja ini, selain pengurangan/penambahan jumlah SDM, juga dapat berupa rekomendasi penyempurnaan job description, prosedur kerja (system operating procedure), restrukturisasi organisasi dan pelatihan peningkatan competency SDM.

MATERI

  1. Konsep dan Prinsip-Prinsip ABK
  2. Diagnose Beban Kerja Suatu Jabatan
  3. Teknik Pengukuran Beban Kerja (1)
  4. Teknik Pengukuran Beban Kerja (2)
  5. Simulasi Pengukuran dan Analisa Beban Kerja
  6. Simulasi Pengukuran dan Analisa Beban Kerja dengan Pengamatan Teknologi Kamera
  7. Metode Proyeksi Kebutuhan Pegawai Berbasis ABK
  8. Manpower Planning Berbasis ABK : Penentuan Kebutuhan Rekrutment Pegawai Baru

PARTICIPANT

  • Manajer puncak
  • Manajer SDM
  • Manajer lain dan staf yang banyak menghadapi masalah SDM
  • Staff/karyawan yang banyak menangani masalah SDM

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation 

FACILITIES

Training Kit

Handout

Certificate

Lunch + 2x Coffee Break

Souvenir

Pick Up Participant (Khusus Yogyakarta)

 

Form Pre-Registrasi

Data Materi Training

Topik Training : Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)
Link
*Jumlah Peserta Estimasi Jumlah Peserta yang di ajukan
*Nama Peserta Yang Didaftarkan

Personal Data

*Nama
*Jabatan Jabatan/Divisi/Departement
*Nama Perusahaan
*Alamat Perusahaan
*Email Perusahaan
*Email Alternatif eg: gmail, yahoo, hotmail
*Telepon Kantor
Ekstensi
*Handphone
* Harus di isi

About admin

Check Also

Training Needs Analysis (TNA)

29 - 31 Oktober 2018, New Saphir Hotel, Yogyakarta23 - 25 Oktober 2018, The 1O1 ...